Senin, 13 Maret 2017

Berikut Beberapa Tehnik Pengambilan Foto Dalam Fotografi


Berikut Beberapa Tehnik Pengambilan Foto Dalam Fotografi



- Background

Background dalam bahasa Indonesia berarti latar belakang. Dalam sebuah foto dipastikan memiliki sebuah latar belakang dari objek utama. Sebagai contoh Anda memotret seseorang wanita diperkebunan, maka yang menjadi background adalah area perkebunan, atau apa saja yang terlihat dibelakang objek utama. Banyak orang memanfaatkan background untuk menunjukan dimana mereka berada, semisal ketika sedang berwisata atau mengunjungi tempat menarik. Background mengindikasikan bahwa seseorang pernah berada ditempat tertentu, berada didekat tempat tertentu maupun melihat tempat tertentu. Sebuah foto kehilangan background ketika objek yang di adalah elemen yang datar (flat) seperti dinding, memotret tanah dari atas, dan segala objek yang tidak memungkinkan adanya latar belakang.



- Foreground

Foreground dalam bahasa Indonesia berarti latar depan, jadi kebalikannya dari background. Jika background terlihat dibagian belakang dari objek utama, maka foreground sudah pasti berada dibagian depan objek. Ya, dibagian depan dan penempatannya sebenanrya bisa cukup menarik namun banyak fotografer yang enggan menempatkan foreground. Sebagai contoh foreground adalah ketika Anda memotret manusia ditaman, dengan latar belakang tumbuh-tumbuhan namun didepan objek terdapat tumbuhan lagi meski tidak sampai menutupi objek utama. Itulah yang disebut foreground. Terkadang foreground sering terlihat pada jenis foto tertentu seperti foto landscape, arsitektur bahkan modeling.


-  Speed

Shutter speed dapat diatur dalam satuan detik atau bahkan sepersekian detik. Sebagai contoh shutter speed 1/100 berarti bahwa rana akan menutup pada 1/100 detik atau 0,01 detik. Setiap produsen tentu menawarkan berbagai range shutter speed mulai dari seperseribu detik sampai dengan beberapa detik. Kamera digital SLR juga mempunyai bulb mode yang memungkinkan kita untuk menahan bukaan rana sesuai keinginan kita. Pada mode auto kamera akan berusaha menentukan shutter speed terbaik untuk mengambil gambar. Namun sayangnya pengaturan tersebut tidak selalu benar, karena foto bisa saja berakhir dengan gambar yang blur dan under exposure/minim cahaya. Pengaturan menggunakan mode manual adalah solusi dari masalah diatas. Tidak hanya manual semi manualpun juga sudah bisa mengatasi masalah tersebut.
Di bawah ini pengambilam foto menggunakan Speed rendah.





Pada akhirnya penempatan, efek dan komposisi background, foreground dan Speed sesuatu yang harus dipikirkan fotografer agar menarik. Pembahasan yang ringan, namun cukup membantu agar Anda bisa lebih mengeksplore objek dan mempercantik foto. Keduanya memang ampuh menghasilkan dimensi pada foto yang sebenarnya adalah 2 dimensi.

Foto foto di Atas di dedikasikan untuk Tugas Fotografi Dari Prodi S1 Jurnalistik Universitas Bengkulu, Jika Ada yang suka dengan fota saya jangan lupa dengan sumbernya ya..  Kunjungi IG saya @edodestra
Nama  : Edo Destra Pratama
NPM   : D1C015017



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar